BLOGGER TEMPLATES AND Zwinky Layouts »

Saturday, October 27, 2012

PENTINGNYA ETIKA DALAM PROFESI BIDANG AKUNTANSI


     Akuntansi sebagai Profesi dan Peran Akuntan


Profesi akuntan  bertugas  untuk menyediakan informasi keuangan yang bermanfaat bagi banyak pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomik. Hal tersebut menerangkan bahwa betapa pentingnya profesi akuntan dalam dinamika ekonomi global. Profesi akuntan dianggap sebagai suatu urat nadi perekonomian global. Informasi yang dihasilkan akan menjadi landasan utama setiap kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh pihak berkepentingan, kehandalan dan kompetensitas menjadi suatu keharusan yang harus dimiliki seorang akuntan. Pada saat ini profesi akuntan tidak hanya sebagai seorang pencatat transaksi, pengolah transaksi, ataupun sekedar penghasil informasi semata. Profesi akuntan pada saat ini dituntut mampu memberikan suatu nilai tambah terhadap entitasnya di tempat dia bernaung. 


Peran akuntan antara lain : 

1. Akuntan Publik (Public Accountants) 

Akuntan publik atau juga dikenal dengan akuntan eksternal adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka bekerja bebas dan umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Yang termasuk dalam kategori akuntan publik adalah akuntan yang bekerja pada kantor akuntan publik (KAP) dan dalam prakteknya sebagai seorang akuntan publik dan mendirikan kantor akuntan, seseorang harus memperoleh izin dari DepartemenKeuangan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasaperpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan system manajemen. 


2. Akuntan Intern (Internal Accountant) 

Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntanintern ini disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern. 


3. Akuntan Pemerintah (Government Accountants) 

Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya dikantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK). 


4. Akuntan Pendidik 

Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.




Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:
• Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
• Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
• Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
• Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.



Kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika sebagai berikut : (Mulyadi, 2001: 53)
1. Tanggung Jawab profesi  
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.
2. Kepentingan Publik 

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.

Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.

Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
3. Integritas 
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.

Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.
4. Obyektivitas 
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.

Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.
5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional 
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.

Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.

Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan, anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan, pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya.
6. Kerahasiaan 
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.

Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir. 
7. Perilaku Profesional 
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum. 
8. Standar Teknis 
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan


 Sumber :



Irni Haryawati ( 22209469 ) / 4EB10

Saturday, June 16, 2012

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2



" 3 products is important to me "

 Mobile Phone ( Blackberry And Esia )
We use a cell phone to communicate with others over long distances. When I want to talk or to contact other people I usually use Esia, why? Because the person I used to call every day alike use esia become more efficient. And to send messages, bbm, social media, voice recorder, image recording, music player / song, internet, and a variety of uses blackberry. Without both these mobile phones I feel empty so both are very important to me.




Laptop ( Axioo )
The laptop is very important, why? Want to know? Because for me a laptop that I friend at home, if there is no Hemmm he did not know what I am so at home. Laptop at home it's usually used for editing images rather than doing their jobs.






Modem ( Speedy-Prolink )
The latter items are important to my modem, why? Advanced photo editing is the sharing of the social media without a modem I can not share images anywhere. I usually share the photos in an electronic album is a Tumblr. 
Please follow irniinai.tumblr.com









Thursday, May 10, 2012

Tugas III Bahasa Inggris Bisnis 2



The Movie : THE RAID 



Indonesia should be proud of yourself now, because the latest action movie work of the nation Indonesia The Raid: Redemption could be the Cadillac People's Choice Award at the Midnight Madness program opening film Midnight Madness 2011Toronto International Film Festival (TIFF) on 8 September 2011 ago. Film TheRaid: Redemption itself has long been in circulation since 2011. The Raid-produced by Gareth Evans and Iko Uwais is the main cast. Because of his success, The Raid ogled by Sony Pictures and finally distribution to the United States was purchased by Sony Pictures, Canada by Alliance Films, is an agent forinternational sales held by Celluloid Nightmares. By Sony Pictures, the title finally added to: The Raid: Redemption.
 At the heart of the slums of Jakarta stands an old apartment building that becamethe headquarters of the murderers and bandits hiding the world's most dangerous class. Until now, the rundown apartment block has been considered to have never touched anyone, even for the most courageous police officers though. Secretlyunder darkness and silence of dawn, an elite SWAT team (special forces)amounted to 20 people are assigned to raid the apartment hiding to ambush famous drug kingpin who controls the building.
 But when an encounter with a scout to open their plans and news about the attacks they reach the kingpin of narcotics, the lights suddenly went out of the building and all the exits blocked. Stranded on the sixth floor and no way out, the special unit to fight against the worst criminals and ruthless to survive in the raidmission.
 The Raid: Redemption will be officially released on March 23, 2012 and played simultaneously in cinemas all over Indonesia and the U.S. (international)


Why did if you inspired  you most in movie??




The film became one of Indonesia's best films (in my opinion, you also must thinkso), martial arts coupled with the excellent image quality and display such Hollywood films. for those who have not watched this movie, I recommend this movie to be not inferior to hollywood movies.
Can not be denied, that the movie The Raid is one of Indonesia that boasts Film of the Year. In addition to his success in running in various international festivals before its official airing (Sundance, Toronto, SXSW), the film is also a movie Indonesia the most current international spotlight.




Factors that inspired the movie The Raid



The Raid tells the police raid a group of teams (such as SWAT teams in America) for a building controlled by a criminal kingpin. This film contains Indonesia's cultural values that need to be conserved, namely Silat martial arts. So good action and fight scenes in this film to make a lot of film critics threw praise. Implied in the film is an inspiration to share.

That the strongest motivation is love.  Love in the family. So strongly motivated to overcome this fear of death. Threats facing the death of the hero in this movie for the love of his family. For the sake of the children were his beloved wife, for the sake of his beloved sister's father awaited.

Maybe all this we think that the strongest motivation was money. The new people will be excited in the work if there is money. But had she? For example: do we jump over a building that is very high for the money? Paid a billion would be still thinking about it because the stakes are life. But what if theleap to do it to save someone who is loved? Without thinking we would have dared to jump.

The amount of boost that is all the motivation of love. So remember, remember the family at home when we were working. Make all our efforts meaningful. Make all our efforts meaningful.



Experience if a director of action movies

The action films in Indonesia seems to me to be able to compete in the glass films obtained internasional.with his appreciation of the film THE RAID, we should be able again to make action films and war to rival the action films abroad.

Wednesday, April 25, 2012

Tugas II Bahas Inggris Bisnis 2


DO YOU AGREE???

Gen Y, Gen X, and Baby Boomers. Of course, each generation has a mindset that is different, hope that is not the same, as well as different cultures that shape them. How to manage these differences, ie differences of opinion and lead to a different way of resolving the problem? Gen Y generally choose paid with cash. While the older generation prefer to be rewarded for such nonmaterial additional leave or the opportunity to follow training."Of all the generations, Baby Boomers are the most tolerant generation. They generally have a positive outlook that intergenerational collaboration can benefit many parties.The study also found that although Gen Y often use the short message, all the actual generation still prefer to communicate face to face meetings.

 DISTINGUISH FACTOR

This generation is different in cultural life, which seems very clear is the way of technology in every generation, thus allowing this generation in the review are based on the life of each generation equipment.
 
• Baby Boomers
This group of people, when traveling as studying the book.

• Generation X
Philosophy of life "Work To Live" is not a Life To Work.
 
• Generation Y
This generation is called the Millennium and the interenet. His life is all-digital, to take your Ipod everywhere. Ears always gagged her name means "headset."

 WHY DO YOU WORK??
 
I work to connect from day to day lives. If we do not work mean you can not eat a day. Can be hard to imagine living an age now. Also the pursuit of wealth by workingto get more money. Indeed the work we will get the money. With any work we will beable to develop themselves and use all the skills we have.

Saturday, March 24, 2012

P H R A S E


1. Singing from the same hymn sheet = banyak bicara tp tidak ada hasilnya / omong kosong

example : corruptor singing from the same hymn sheet in the trial to his alleged


2. Talk the talk, Walk the walk = totalitas dan konsisten 

example : a major investor Talk the Talk, Walk the walk in taking action and making decisions on her business.


3. The ellephant in the room = tidak puas

example : an alleged the elephant in the roomon the judge’s decision


4. Pass to the monkey = Rugi/bersifat licik 

example : Successful entrepreneurs see it pass to the monkey because its stock price broken down


5. All hands to the deck = pendukung

example : an entrepreneur the property was can be successful because all hands to the deck





My Major Obstacles and Expectations of Using English




The hindrance in studying English said words that so hard and was difficult to remember words . I hoped very much wanted to be able to speak and understand English fluently.



MY EXPERIENCE DEALING WITH ENGLISH

The first time I received the lesson of time English sat in the Kindergarten bench (TK), that too still studying vocabulary that according to me is now so easy saja but in ancient still the Kindergarten (TK) was difficult really was memorised. After TK continued the Primary School (the PRIMARY SCHOOL), the Junior Secondary School (the JUNIOR HIGH SCHOOL) and the Senior Secondary School (the SENIOR HIGH SCHOOL) private enterprise that really gave priority to his English with the "English Class" program where the individual make accustomed spoke English with who and anywhere (still the environment sekoah). Just honest now I am still not considered to be the champion in studying English was still messy serious like food gado-gado, only could say YES or NO then. Already 12th the school continue to be able to not speak English well and truly in fact until took part in studying IEC also loh continue to did not have Hehe :)

And now I move to the University, still stayed same still could not understand really English, could so same  very few not yet full 100% could. Possibly I from however many that did not understand correctly English, of many reasons indeed because lazy at studying deepened vocabulary him or could also because of being difficult to be understood but if having the will have to be guaranteed by us could :) :) :)

That a piece of my experience of receiving the English lesson, rather embarrassed but indeed so the existence of the REALITY!!!